Choice

Entah berapa purnama sudah terlewati tanpa berjumpa dan bersharing ria bersama sekutu tidur dalam tenda beratap langit beralas tikar berselimut embun di jaman terdahulu.
Jenuh, menghadapi rutinitas kuliah tanpa makhluk makhluk seperti sobat masa putih-abu tak bisa dihindari. Pilihannya, ya berubah. Nah, tinggal mau perubahan ini kemana arahnya. Intern atau Ekstern. Intern lebih ke diri sendiri, like: penyesuaian, mengubah cara, kebiasaan diri dsb. Sedangkan ekstern lebih ke luar, lingkungannya yg diubah. Kebanyakan memilih cara ini dengan berpindah alih alih ganti suasana baru. Dari keduanya itu, saya sih prever yang pertama. Pilihan kedua memang sekilas mentereng, tapi lama lama  jenuh itu pasti muncul lagi. Setali tiga uang dengan hubungan percintaan guys,, bosan itu pasti, tinggal gimana kita ngadepinnya aja, pas bosan pilihannya : mau ganti partner atau ganti kebiasaan bersama partner (?) hihihi 😛 Ini menurut saya sih, ndakusah diikuti kalau memang ndak sepaham.✌ Soalnya, menurut saya dengan pindah itu, nggak ada sesuatu yang lebih kecuali cuma "lebih baru" aja dan itupun hanya sesaat. Like sebuah benda, benda baru itu lama kelamaan akan usang jua. Apalagi kalau tidak dirawat dengan baik, bakalan lebih cepet usang kan. Hal baru memang akan selalu 'terlihat' lebih asyik dan mudah. Tapi ingat, itu hanya ilusi. karena satu satunya kelebihannya ya sekedar 'lebih baru' aja. Yak, lebih baru. Lambat laun pemilih pilihan kedua akan bosan lalu tergoda oleh yang lebih baru lagi, lebih baru lagi dan lagi. Pertanyaannya : "mau sampe kapan lompat sana lompat sininya buuuk? kayak pangeran/putri kodok aje?" masih mending pangeran kodok,, happy ending kalo udah ketemu sama putri-nya yang tulus. Nah situ ???? *ups
Makin berumur, bakalan selalu dihadapkan pada banyak sekali pilihan. Nah seperti kata mas A.N Fuadi saat TOT mentor di kampus waktu itu, bahwa tidak ada pilihan yang salah sebenarnya, yang salah adalah ketika kita tidak bisa mempertanggungjawabkan pilihan tersebut. Karena dari setiap pilihan itu pasti ada konsekuensinya. Bukan perkara pilihan yang mana yang benar atau salah, melainkan bagaimana si pemilih mempertanggung jawabkan pilihannya agar bisa mencapai tujuannya dengan cara yang dirasa paling efektif bagi dirinya. Maka dari itu pilihan respon dan tindakan tiap orang pun berbeda-beda tak bisa disama ratakan. Ini untuk pilihan yang sifatnya pribadi ya guys, kalau untuk kelompok, organisasi, orang banyak akan berbeda lagi sudut pandangnya. 😊
Hal ini terasa saat Bothok camping di Sempu. Wait, Bothok ini bukan makanan ya, meskipun inspirasinya memang dari makanan, tapi bothok ini (mungkin) adalah nama sebuah geng para penyuka bothok yang entah bagaimana menggambarkan terbentuknya bothok ini dan siapa pula anggotanya. 😅😆 Personil tracking saat itu ada delapan orang, yaitu: Yogi, Habibid, Dzikri, Dimas, Suryanto, Indah, Efika, dan Saya sendiri.
Saat itu Kami buta arah menuju area camping disana, ada seorang kawan dari rombongan(Dimas) yang mengaku pernah kesana, namun ternyata ia lupa lupa ingat. Akhirnya kita pun menyewa seorang guide untuk mengantar. Setelah berjalan 2,5 jam akhirnya kami sampai di kepingan surga Indonesia itu. Mari berimajinasi seolah sedang berada disana Kawan, ini gambar untuk membantu memulai imajinasi kalian Hmmmmmm..... 😍😍

Perjalanan Kami saat itu memakan waktu 2,5 jam. Di perjalanan Kami mengobrol banyak dengan Bapak guide, beliau mengatakan pernah menjadi penunjuk jalan suatu rombongan selama 6 jam. Kami semua pun heran, mengapa bisa selama itu. Dan ternyata menurut bapak guide, di rombongan tersebut sering untuk meminta berhenti untuk beristirahat hingga akhirnya bapak guide pun mencari rute yang paling mudah untuk mereka namun memutar, nah karena memutar itu pula yang membuat perjalanan makin lama. Padahal tujuan Kita sama. Dari sini sudah nampak bahwa pilihan rute tidak hanya satu, melainkan banyak. Banyak rute yang bisa dijadikan pilihan. Nah tinggal memilih jalan/rute mana yang mau diambil. Walaupun banyak Jalan menuju Roma, kita bisa pilih tuh mau lewat mana, pake cara apa, naik apa daaan lain lain. Harus dipertimbangkan dahulu dari berbagai sudut. Utamanya terkait tanggungjawab dan resiko yang mungkin muncul. Pilih yang Kita anggap, Kita bisa melalui dengan segala resiko dan konsekuensi yang mungkin terjadi. So, Good Luck with your Choice readers! :))
This is our choice. Our path, our journey (y)

Komentar

Postingan Populer